
Banyaknya aplikasi gratis yang tersedia untuk ponsel Android membuat pemakainya sering mengakses Google Market untuk mengunduh aplikasi Android. Hanya dalam jangka waktu 4 bulan total aplikasi yang sudah saya ambil dari Google Market sudah lebih dari 100 aplikasi. Menginstall terlalu banyak aplikasi tidak disarankan di semua Sistem Operasi, bukan hanya pada Android. Semua ponsel/tablet juaga akan melambat jika terlalu banyak aplikasi. Semakin berat animasinya, dipakai mengetik bisa mengganggu, browsing file pun juga terasa lambat.
Akhirnya saya utak-atik dan mengujinya dalam 1 bulan terakhir dan akhirnya kinerja Android jadi segar kembali. Makanya saya bagi tips buat mengatasi Android yang lambat. Buat yang Androidnya masih belum lambat, tips ini bisa dipakai untuk mencegah melambatnya Android di kemudian hari.
#1. MENGATUR HOME SCREEN
Kurangi jumlah Home screen. Dengan jumlah home screen yang lebih sedikit maka widgets yang dimuat ke dalam memori (RAM) juga semakin sedikit. Rata-rata ponsel/tablet bersistem Android menyediakan cara untuk mengatur jumlah home screen. Kurangi pemakaian widgets yang tidak penting. Serta jangan menggunakan Live Wallpaper, ini akan boros dalam hal pemakaian processor.
#2. LEBIH BIJAK MEMAKAI MEMORI INTERNAL

Untuk menghindari kehabisan memori internal, Android memberi peringatan saat memori tinggal 20 MB atau kurang dari itu. Tapi tidak ada salahnya anda menyediakan lebih banyak memori internal agar kinerja lebih stabil tanpa ada notifikasi lagi. Pada Android versi 2.2 (froyo) beberapa aplikasi bisa dipindah ke eksternal memori, tentunya bila aplikasi tersebut sudah mendukung fitur ini. Anda dapat menggunakan aplikasi app2sd dari Gregory house atau Sam Lu untuk melihat daftar aplikasi apa saja yang bisa dipindah ke memori eksternal. Kalau dirasa masih kurang, hapus saja beberapa aplikasi di memori internal (ponsel/tablet). Intinya install aplikasi secukupnya, jangan terlalu banyak.
Cara lainnya untuk mendapatkan memori internal adalah dengan menghapus cache dari browser Internet, karena semakin lama Android digunakan maka akan menyimpan data yg cukup banyak di browser Internet. Sebenarnya tujuan menyimpan cache ini agar akses aplikasi lebih cepat terbuka saat dibuka ulang tapi dalam waktu yang lama ini juga mengakibatkan pemborosan memori Internal. Cara menghapusnya: masuk ke Browser, tekan tombol Menu, pilih More, Pilih Settings, Pilih Menu Clear Cache, Tekan OK.
#3. INSTALL APLIKASI MANAJEMEN MEMORI (RAM)
Dengan adanya aplikasi pengatur memori maka ponsel akan terhindar dari masalah kehabisan RAM. Namun aplikasi tersebut biasanya mensyaratkan agar perangkat Android sudah dalam keadaan Rooted sebelum bisa diinstallkan. Saya menggunakan z4root dari RyanZa untuk rooting di ponsel LG Optimus One (P500). Beberapa aplikasi yang saya gunakan yaitu:
- Autokiller Memory Optimizer, tugasnya mengoptimalkan pemakaian memori dan termasuk microSD (bisa di tweak di menu setting). Aplikasi ini juga akan bekerja otomatis saat ponsel tidak dipakai (idle).
- SD Speed Boost, ini hanya mempercepat pembacaan microSD. Jika sudah menggunakan Autokiller memory Optimizer jangan menginstall ini lagi karena sudah ada setting untuk mempercepat SD juga.
- TaskKiller dari AxDroid LLC atau Advance Task Killer dari Rechild. Meskipun Android dikatakan sudah mempunyai Task Manager bawaan yg otomatis juga mengatur jumlah pemakaian memori agar tidak boros. Tapi kadang2 aplikasi ini diperlukan ketika kita ingin membunuh aplikasi yang hang/berhenti di tengah jalan atau saat kita ingin membersihkan memori secara instan. Sayangnya WhatsApp Messenger menolak diinstall jika sudah ada TaskKiller dari pihak ke 3 di ponsel. Jadi caranya saya uninstall dulu aplikasi TaskKiller (menggunakan aplikasi Root Uninstaller/Uninstaller for Root), lalu install WhatsApp, selesai itu saya install lagi TaskKiller tapi jangan lupa masukkan WhatsApp ke dalam Ignore List/WhiteList pada TaskKiller.
Ponsel yang saya gunakan LG Optimus One (P500) memiliki memori internal berukuran 170 MB. Sudah berbekal Android 2.2 alias froyo (frozen yoghurt) sehingga memungkinkan rooting dengan z4root serta memindah aplikasi tertentu (yang tidak selalu dimuat ke memory seperti widget dan service) ke dalam memory eksternal (menggunakan aplikasi app2sd).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar